Gus Niam; Aman Tidak Bisa Dipisahkan Dengan Iman

“Karena jika suatu negara tidak aman, maka imannya akan tergadai. Tapi jika suatu negara aman, maka iman-nya akan selalu tumbuh dan berkembang. Contohnya di Indonesia,” kata Gus Niam saat mengisi materi keaswajaan dalam acara Diklatsar Banser Kabupaten Jembrana, Jum’at (13/12) kemarin.

Diklatsar Banser Kabupaten Jembrana sendiri berlangsung di Desa Air Kuning Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali, mulai tanggal 13 Desember dan berakhir hari Ahad, 15 Desember 2019. Dalam pelaksanaan diklat tersebut diikuti oleh 73 Banser yang berasal dari berbagai daerah di Bali dan 3 diantaranya adalah wanita (denwatser). 

Salah satu perwakilan dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Bali, Ainun Niam memberikan materi tentang keaswajaan guna pendalaman Aswaja An-Nahdliyah kepada peserta Diklatsar. Ketua Rijalul Ansor Provinsi Bali tersebut menyampaikan korelasi antara “Aman dan Iman”. Gus Niam juga menghimbau kepada seluruh kader Banser untuk menjaga keamanan dalam skala kecil maupun skala besar.

“Banser harus menjaga keamanan dalam skala kecil dan skala besar. Skala kecil adalah menjaga rasa aman di dalam keluarga dan kampung. Skala besar adalah menjaga keamanan di seluruh Indonesia,” paparnya.

Beliau menambahkan jika menjaga keamanan dalam skala besar bisa dilakukan dengan cara menjaga ukhuwah, mulai dari menjaga ukhuwah islamiyyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathoniyah. Ketika rasa aman dan nyaman telah terjaga dengan baik maka keimanan akan bertumbuh dan berkembang.

“So jagalah keamanan! Agar keluarga dan negara kita tumbuh dengan Iman,” pungkasnya. (red. MM)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *