Rijalul Ansor Tuban Resmi Terbentuk, PW Ansor Bali Berikan Apresiasi

Selasa (25/8) malam, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Pimpinan Ranting Tuban, Kuta, Bali menggelar pengajian perdana dalam rangka pembentukan MDS Rijalul Ansor PR Tuban di Musholla Al Ishlah, Jalan Puri Gerenceng, no 14 X, Kuta, Badung, Bali.

Dalam Acara tersebut dihadiri oleh segenap pengurus Ansor ranting Tuban, Ketua PAC Ansor Kuta, Sahabat Syafii, Ketua PC Ansor Badung, Zaenal beserta Wakasatkorcab Banser Badung, Ndan Alimi, Wakil Ketua PW Ansor Bali, H. Kusnadi Abdullah serta Kasatkorwil Banser Bali, Imam Bukhori.

H. Kusnadi yang hadir mewakili Ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim menyampaikan permohonan maafnya atas ketidakhadiran sahabat ketua. Karena disaat yang sama, Ketua PW Ansor Bali menghadiri agenda organisasi yang tidak bisa ditinggalkan.

“Menyampaikan pesan Sahabat Ketua PW, bahwasanya beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan ini. Dan memohon maaf karena ada agenda organisasi yang tidak bisa ditinggalkan,” paparnya.

Beliau menambahkan, jika Ketua Ansor Bali berpesan kepada RA Ranting Tuban agar dalam menjalankan organisasi tidak terlepas dari tiga hal, yaitu; Harokah (gerak/aktif), Fikrah (pemikiran) dan Amaliyah (perbuatan).

Harokah dalam Hal ini adalah siapapun yg diberi amanah untuk menjadi bagian dari organisasi itu : apakah ketua, sekretaris, bendahara atau hanya sekedar anggota harus mau bergerak untuk menghidupkan organisasi. Kemudian Fikrah adalah mempunyai konsep yang jelas di dalam menjalankan organisasi, konsep ini bisa dibicarakan bersama sama tentunya sesuai dengan PO atau Peraturan Organisasi. Dan Amaliyah adalah gerakan dan konsep yang dijalankan oleh setiap kader harus merujuk pada apa yang telah diajarkan oleh pendahulu-pendahulu atau oleh para ulama ulama NU.

“Setiap kader harus memahami nilai-nilai Ke-Aswajaan dalam bedakwah, TASAMUH : (Toleran), TAWASUT (Moderat), TAWAZUN (Seimbang) dan I’TIDAL (Tegak lurus)” ujarnya.

Terakhir Pria yang menjabat sebagai Kepala KUA Mengwi tersebut menyampaikan tugas Rijalul Ansor diantaranya adalah merawat dan melestarikan tradisi amaliyah keislaman NU baik untuk diri sendiri maupun di tengah masyarakat, agar amaliyah itu bisa terawat dan lestari.

“Setiap kader tidak hanya semangat dalam berkegiatan di RIJALUL ANSOR tetapi setiap kader harus mengisi keilmuannya juga, agar tidak mudah luntur atau terdoktrin dengan paham-paham diluar NU. Karena di masyarakat kita banyak menjumpai kakeknya NU, Bapaknya NU tetapi anaknya berbeda amaliayahnya,” tandasnya.

Redaktur : MM

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *