Select Page

Denpasar – Ketua PW GP Ansor Bali, H. Yunus Naim angkat suara terkait SE Menag 05/2022 tentang pengaturan pengeras suara di Masjid/Mushala. Menurutnya pengaturan volume speaker merupakan hal yang lumrah dan telah diterapkan di berbagai negara. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga keharmonisan sosial masyarakat.

“Sebetulnya hal ini adalah lumrah dan tidak hanya terjadi di negara kita saja. Bahkan di sejumlah negara juga menerapkan hal yang sama. Kalau kita fahami dengan benar dan pikiran yang jernih maka akan kita dapatkan bahwa tujuannya adalah sangat baik, untuk menjaga keharmonisan di dalam sosial atau masyarakat. Apalagi kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk, tentunya nilai-nilai toleransi perlu kita junjung tinggi,” kata H. Yunus melalui rekaman video yang di upload di akun sosial media pribadinya.

“Menjaga keharmonisan dalam masyarakat merupakan implementasi atau wujud dari islam rahmatan lil ’alamin,” imbuhnya menegaskan.

Lebih lanjut H. Yunus menambahkan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja mempolitisasi pernyataan Gus Yaqut sehingga menyebabkan kegaduhan ditengah masyarakat.

“Sebetulnya beliau sedang tidak menyerupakan adzan dengan suara anjing. Beliau hanya mencontohkan kebisingan suara yang perlu diatur sedemikian rupa. Hal ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan dalam bersosial, jadi janganlah ini dipolitisasi,” pintanya.

H. Yunus kemudian menegaskan bahwasanya PW GP Ansor Bali mendukung SE Menag 05/2022 terkait pengaturan pengeras suara di Masjid/Mushala dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan framing media.

“Kami dari Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali mendukung SE Menag 05/2022 untuk dilaksanakan. Dan kami berharap kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial, cerdas dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh framing-framing media yang sengaja diciptakan untuk memancing emosi masyarakat,” tukasnya.

Ketua PW Ansor Bali tersebut juga meminta kepada segenap jajaran Ansor Bali untuk tetap solid, ”Kami juga meminta kepada seluruh kader Gerakan Pemuda Ansor wabil khusus yang ada di Bali untuk tetap satu barisan dan satu komando,” tandasnya.

Share This