Select Page
Pendataan Anggota Ansor Bali

Pendataan Anggota Ansor Bali

Dalam rangka pendataan ulang anggota, PW Ansor menghimbau kepada seluruh anggota untuk mengisi form data melalui link dibawah ini;

Persiapkan juga file foto yang terbaru. Jika memakai hape tinggal foto selfi saja.

KLIK DISINI

Membangun Sinergitas NU dan Muhamadiyah, Kuatkan Ideologi Pancasila di Kalangan Milenial

Membangun Sinergitas NU dan Muhamadiyah, Kuatkan Ideologi Pancasila di Kalangan Milenial

ansorbali.com |

Sebagai upaya penguatan Pancasila di kalangan milenial, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bali menggelar kajian umum yang bertema “Merawat Kebersamaan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Rangka, Meneguhkan Ideologi Pancasila dan Keutuhan NKRI”.

Acara berlangsung di Musholla KH. Ahmad Dahlan, Perguruan Muhammadiyah, Jalan Pulau Batanta, Sabtu (1/2) pukul 16.00. Sebagai pembicara utama dalam kajian tersebut adalah H. Azizzudin, merupakan kader Muhammadiyah, dan juga H. Saifudin Zaini, tokoh NU sekaligus Penasihat GP Ansor Bali.

Saifudin memaparkan, Islam harus mempererat dalam merangkul semua pihak. Ada suatu kegiatan yang dilakukan bersama NU dan Muhammadiyah di Bali. Azizzudin yang juga menjabat sebagai kepala KUA Denpasar Barat ini memaparkan, acara seperti ini bukan acara yang hal baru.

“Pertemuan NU dan Muhammadiyah merupakan ajang atau temu akrab. Sejatinya kedua organisasi Islam ini merupakan bagian sejarah bangsa dalam kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Kepala KUA yang juga akrab disapa dengan Haji Aziz ini menerangkan, kemerdekaan sudah terjadi tahun 2018. Sebelum pilpres, NU dan Muhhamadiyah sudah bertemu pimpinan pusat. Kemudian saat ini perlu dilestarikan agar hal baik. Selain sifatnya kultural harus bersifat struktural sistematik dan berkelanjutan. NU dan Muhammadiyah sekali saudara tetap saudara.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Bali, Yunus Na’im menyatakan, NU dan Muhammadiyah perlu membangun sinergi intensitas berkaitan kegiatan bersifat milenial. Dikatakan, tidak hanya NU dan Muhammadiyah, tapi juga kalangan anak muda dan lembaga lain.

“Kami melihat NU dan Muhammadiyah pelaku sejarah kemerdekaan. Perlu dikembangkan terus dijaga. Mudah- mudahan harapan kami berlanjut,” jelasnya.

Yunus juga menegaskan kerja sama positif antara NU dan Muhammadiyah tidak akan sampai di sini saja, ke depan akan ada kegiatan-kegiatan bersama yang digagas dengan PWPM dan GP Ansor.

sumber : https://baliexpress.jawapos.com/

Persiapan Akreditasi, PW Ansor Bali Gelar Rakorwil

Persiapan Akreditasi, PW Ansor Bali Gelar Rakorwil

Menindaklanjuti instruksi pusat Gerakan Pemuda Ansor terkait masalah akreditasi, pagi ini (2/2/20) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi di lantai I sekretariat gedung PWNU Bali, Jalan Pura Demak, Denpasar.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan pimpinan cabang GP Ansor se-Bali, Jajaran pengurus PW Ansor Bali serta ketua PWNU Bali, KH. Abdul Aziz, S.Pd.I.

Acara dibuka secara resmi oleh ketua PWNU Bali, sekaligus memberikan pesan supaya Ansor terus menjaga koordinasi agar setiap persoalan dapat segera ditanggapi.

“Rapat koordinasi wilayah (Ansor Bali) hari ini saya apresiasi. Koordinasi antara pengurus wilayah dan cabang ini penting. Agar kita tahu yang terjadi di seluruh pelosok, persoalan di bawah atau di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai persoalan yang berkembang, kita tidak paham. Karena setiap persoalan yang berkembang yang menyangkut dengan Ansor atau Banser akan menyangkut semua struktural di Bali,” paparnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali, H. Yunus Naim dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakorwil kali ini akan membahas mengenai akreditasi yang diminta oleh pusat sebelum gelaran Konbes Ansor di Rembang.

“Bulan tiga (Maret) kita ada Konbes di Rembang yang kebetulan bersamaan Munas NU di Sarang. Sebagai pembukaan bahwa Rakorwil ini berkaitan dengan akreditasi yang akan dilaporkan ke Konbes. Artinya hanya ada waktu kurang lebih satu bulan, disisi lain ada hal-hal yang juga perlu kita diskusikan bersama-sama.” Kata H. Yunus Naim.

Usai pembukaan acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai akreditasi yang dipandu langsung oleh ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim, didampingi oleh sekretaris serta jajaran pengurus wilayah Ansor Bali lainnya.

Akreditasi yang dimaksud adalah untuk menentukan cluster dari gerakan Ansor, dengan mengisi format yang telah ditentukan oleh pusat. Dengan mengisi form tersebut secara otomatis akan menentukan cluster dari masing-masing pimpinan, entah itu wilayah, cabang hingga ranting. Cluster sendiri dibagi menjadi tiga yaitu cluster pertama, kedua dan ketiga.

Rakorwil Ansor hari ini berakhir pada pukul 18.00 Wita, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor Provinsi Bali, Gus Niam.