Select Page
Silaturahmi PW Ansor Bali ke Gianyar, Bahas Penguatan Kader Melalui DTD

Silaturahmi PW Ansor Bali ke Gianyar, Bahas Penguatan Kader Melalui DTD

Ansorbali.com ||

Pimpinan Cabang  (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gianyar menggelar Forum Silaturahmi Penguatan Kader dalam Rangka Persiapan Diklat Terpadu Dasar DTD I. Pada Ahad, (24/1) di Gedung Serbaguna Nur Hidayah, Gianyar Bali.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sahabat Wiryanto. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbhanul Wathon, Mars Ansor dan Mars Banser yang dipimpin oleh Sahabat Rudi Haryanto.

Ketua PC GP Ansor Gianyar, Sahabat Mursalin menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap sahabat Ansor dan jajaran yang telah hadir dan pihak – pihak membantu menyukseskan acara tersebut.

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Provinsi Bali, Imam Bukhori dalam sambutannya menyampaikan bagaimana kader (Ansor-Banaer) dapat menjiwai organisasi. Menurutnya dengan mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) I sebagai solusi kesulitan pengkaderan terlebih lagi di wilayah yang Muslimnya sedikit atau klaster III.

“Sehingga alumni dari DTD otomatis berhak untuk mengikuti pendidikan lanjutan baik Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) bagi Ansor. Dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) bagi Banser.” paparnya.

Imam Bukhori juga menyarankan agar Banser senantiasa membangun komunikasi dengan gugus tugas di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten. Hal tersebut salah satunya agar dapat sosialisasi terkait penanggulangan Covid 19.

Ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim dalam sambutannya menyampaikan bahwa berhikmad di Ansor-Banser termasuk orang-orang yang sholeh.

“Bergabung di ansor mengorbankan waktu dan pemikiran. Berkhidmat mudah di Ridhoi Allah SWT dan di golongkan sebagai orang – orang yang sholeh.” Terangnya.

“Ukurannya dari mana? Ya dari niat
Niat berkhidmat, niat mencari ridho Allah. Jika niat nya betul maka akan datang sendiri apa yang diinginkan,” Lanjutnya.

H. Yunus juga menambahkan bahwa Ansor-Banser adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.Rijalul Ansor adalah badan semi otonom yang harus bersinergi. Jangan sampai jalan sendiri sendiri. Harus saling mendukung di setiap kegiatan. Sehingga organisasi semakin kuat.

Selain itu H. Yunus mengingatkan agar setiap kader pemuda Ansor-Banser mengikuti pelatihan atau diklat untuk meneguhkan militansi dan wawasan.

“Anggota kita rata – rata di bawah 40 tahun. Jadi usia ini yang menuju kematangan. Usia Mencari jati diri.  Salah satu cara mengarahkan dari yang menyimpang adalah dengan DTD ini. Karena materinya menanamkan Keislaman dan Keaswajaan,” Tambahnya.

Terakhir ketua PW Ansor Bali tersebut juga menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sembarang organisasi. NU tidak hanya didirikan oleh para Ulama dan Kyai saja, tapi juga para Waliyullah.

Kontributor : Bento

Jalin Sinergitas, PC Ansor Kabupaten Jembrana Audiensi dengan Kapolres Jembrana

Jalin Sinergitas, PC Ansor Kabupaten Jembrana Audiensi dengan Kapolres Jembrana

Jumat (22/1) pagi, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jembrana menggelar Audiensi ke Kapolres Jembrana dalam rangka membangun sinergitas dan konsolidasi.

Ketua PC Ansor Kabupaten Jembrana, H. Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa audiensi ini untuk membahas beberapa hal. Yang paling pokok adalah untuk membantu mensukseskan program pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

H. Syarif berharap Banser kabupaten Jembrana dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan dalam rangka membangun sinergitas Ansor dan kepolisian sebagai garda terdepan bangsa.

“Saya berharap Banser bisa dilibatkan dalam kegiatan yustisi maupun kegiatan bagi – bagi masker sehingga kedepannya kami bisa tetap bersinergi dengan Polri khususnya Polres Jembrana dalam memutus rantai penyebaran covid – 19 di Kabupaten Jembrana, “ ucap H. Syarif Hidayatulloh.

Kehadiran PC Ansor Jembrana disambut hangat oleh Kepala Kepolisian Resor Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, didampingi Kasat Binmas dan Kasat Intelkam Polres Jembrana di Ruang Kerja Kapolres Jembrana.

Di hadapan Ketua Gerakan Pemuda Ansor H. Syarif Hidayatulloh beserta beberapa pengurus GP Ansor Jembrana, Kapolres Jembrana menyampaikan upaya Polres Jembrana dalam memutus rantai penyebaran covid – 19 di Kabupaten Jembrana antara lain dengan melaksanakan kegiatan yustisi secara massif, dalam kegiatan yustisi yang dikedepankan adalah Pol PP. Kabupaten Jembrana yang di back up oleh TNI / Polri.

“Kami mohon dukungan dari Banser agar ikut mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan rencana vaksin kepada warga,“ tandas AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K.

Disadur dari : Peduli Rakyat News

Habib Saugi bin Yahya Al-Maghroby Al-Hasani Klungkung; Semangat dan Niat Ikhlas Harus Berdampingan

Habib Saugi bin Yahya Al-Maghroby Al-Hasani Klungkung; Semangat dan Niat Ikhlas Harus Berdampingan

ansorbali.com |

Dalam tausiyah kajian rutin Jalsatul Istnain Majelis Ta’lim Sunnatur Rasul SAW, Habib Saugi bin Yahya Al-Maghroby Al-Hasani, S.Pd.I menjelaskan bahwasanya Semangat dan niat ikhlas itu saling berdampingan seperti halnya sayap seekor burung.

“Semangat dan niat ikhlas itu seperti sayap seekor burung. Burung memiliki dua sayap. Misal dia punya satu sayap, dia bisa bergerak tetapi tidak bisa bergerak atau terbang lebih tinggi,” kata Habib Saugi.

Dengan demikian maka semangat dan niat ikhlas adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan. Semangat dan niat ikhlas dapat menjadikan hidup seseorang lebih barokah.

Habib Saugi kemudian melanjutkan tausiyahnya tentang hikmah menghadiri sebuah majelis ta’lim. Diantaranya hikmahnya adalah, mereka yang menghadiri majelis ta’lim akan mendapat barokah meski barokahnya tidak serta merta di dapatkan. Melaikan akan datang sewaktu-waktu.

“Janganlah seorang datang ke majelis ta’lim, takut tidak dapatkan apa-apa. Barokah akan datang sewaktu-waktu, bisa besok, bisa lagi seminggu, bisa lagi sebulan dan seterusnya,” tambah Beliau.

Habib Saugi kembali menambahkan bahwa hikmah datang ke majelis ta’lim adalah mendapatkan ilmu dan tidak akan berbuat dosa. “Selama dia datang di majelis ta’lim, dia tidak akan berbuat dosa. Dan hari kemenangan adalah satu hari tidak berbuat dosa.” papar Habib Saugi.

Kajian rutin Jalsatul Istnain merupakan agenda rutin Majelis Ta’lim Sunnatur Rasul SAW setiap hari Senin malam mulai pukul 18.49 Wita di Semapura, Klungkung, Bali. Dalam acara tersebut dihadiri oleh seluruh muslimin dan muslimat wilayah Klungkung, termasuk dari Ansor-Banser PC Klungkung yang selalu mengawal serta mengamankan acara sampai selesai. Usai acara segenap pengurus Ansor-Banser Klungkung berfoto bersama dengan Habib Saugi.

(red. mm)

Membangun Sinergitas NU dan Muhamadiyah, Kuatkan Ideologi Pancasila di Kalangan Milenial

Membangun Sinergitas NU dan Muhamadiyah, Kuatkan Ideologi Pancasila di Kalangan Milenial

ansorbali.com |

Sebagai upaya penguatan Pancasila di kalangan milenial, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bali menggelar kajian umum yang bertema “Merawat Kebersamaan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Rangka, Meneguhkan Ideologi Pancasila dan Keutuhan NKRI”.

Acara berlangsung di Musholla KH. Ahmad Dahlan, Perguruan Muhammadiyah, Jalan Pulau Batanta, Sabtu (1/2) pukul 16.00. Sebagai pembicara utama dalam kajian tersebut adalah H. Azizzudin, merupakan kader Muhammadiyah, dan juga H. Saifudin Zaini, tokoh NU sekaligus Penasihat GP Ansor Bali.

Saifudin memaparkan, Islam harus mempererat dalam merangkul semua pihak. Ada suatu kegiatan yang dilakukan bersama NU dan Muhammadiyah di Bali. Azizzudin yang juga menjabat sebagai kepala KUA Denpasar Barat ini memaparkan, acara seperti ini bukan acara yang hal baru.

“Pertemuan NU dan Muhammadiyah merupakan ajang atau temu akrab. Sejatinya kedua organisasi Islam ini merupakan bagian sejarah bangsa dalam kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Kepala KUA yang juga akrab disapa dengan Haji Aziz ini menerangkan, kemerdekaan sudah terjadi tahun 2018. Sebelum pilpres, NU dan Muhhamadiyah sudah bertemu pimpinan pusat. Kemudian saat ini perlu dilestarikan agar hal baik. Selain sifatnya kultural harus bersifat struktural sistematik dan berkelanjutan. NU dan Muhammadiyah sekali saudara tetap saudara.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Bali, Yunus Na’im menyatakan, NU dan Muhammadiyah perlu membangun sinergi intensitas berkaitan kegiatan bersifat milenial. Dikatakan, tidak hanya NU dan Muhammadiyah, tapi juga kalangan anak muda dan lembaga lain.

“Kami melihat NU dan Muhammadiyah pelaku sejarah kemerdekaan. Perlu dikembangkan terus dijaga. Mudah- mudahan harapan kami berlanjut,” jelasnya.

Yunus juga menegaskan kerja sama positif antara NU dan Muhammadiyah tidak akan sampai di sini saja, ke depan akan ada kegiatan-kegiatan bersama yang digagas dengan PWPM dan GP Ansor.

sumber : https://baliexpress.jawapos.com/

Gus Sholah Berpulang, Ketua Ansor Bali Sampaikan Duka Cita

Gus Sholah Berpulang, Ketua Ansor Bali Sampaikan Duka Cita

ansorbali.com |

Kabar duka kembali menyelimuti Indonesia. Ahad malam tadi, (2/2/20), bapak bangsa Dr. Ir. H. Shalahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah berpulang ke Rahmatullah. Adik kandung dari presiden keempat Republik Indonesia, Gus Dur, tersebut meninggal dalam usia 77 tahun di rumah sakit Harapan Kita, Jakarta pukul 20.55 WIB.

Kepergian Gus Sholah menyisakan duka yang mendalam untuk Indonesia. Bangsa ini kehilangan sosok yang idealis, jujur, sederhana, dan berintegritas. Dalam masa perjuangan melawan sakit yang di deritanya, Gus Sholah masih memikirkan tentang kondisi umat dan kemajuan pesantren.

Gus Sholah juga tak henti-hentinya menyalakan obor persatuan. Obor yang selama ini menyalakan api semangat perdamaian dan kerukunan antar warga bangsa. Wajar jika Gus Sholah juga di sebut sebagai bapak bangsa. Karena semasa hidupnnya didedikasikan untuk kemaslahatan bangsa.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Bali, H. Yunus Naim menyampakan rasa belasungkawa atas kepergian Gus Sholah. Ketua Pemuda NU Bali tersebut mendoakan agar Gus Sholah diberikan tempat terindah di sisi Allah SWT.

“Saya atas nama Ansor Bali mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH Sholahudin Wahid. Kita bangsa Indonesia merasa kehilangan sosok yang menjadi panutan bangsa ini. Semoga diterima semua amal baktinya dan diampuni segala kesalahannya … Alfatihah ..,” kata H. Yunus Naim.

H. Yunus juga mengajak masyarakat khususnya jajaran Ansor Bali untuk turut mendoakan almarhum Gus Sholah. Beliau berharap, perjuangan dan pengabdiannya untuk umat semoga menjadi ibrah tauldan bagi kita semua.